Workshop & Training Penyusunan RKAP 2014 Berbasis Risiko (Risk Based Budgeting) Pada PT Pupuk Kalimantan Timur

| March 19, 2014 | 0 Comments

kaltim1

IRBA – Pada bulan September tahun 2013 yang lalu, PT Pupuk Kalimantan Timur (PT Pupuk Kaltim) bekerjasama dengan IRBA Indonesia mengadakan workshop & pelatihan mengenai refreshment risk management & implementasi risk based budgeting di Bontang Kalimantan Timur.

Workshop & pelatihan ini bertujuan untuk mengingatkan kembali akan manajemen risiko, baik secara istilah, proses, maupun penyusunan daftar risiko (risk register), dan utamanya adalah menyusun risk register untuk penyusunan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) untuk periode selanjutnya. Risk Based budgeting sendiri merupakan sebuah pendekatan penyusunan anggaran berdasarkan biaya penanganan risiko, dimana merupakan hasil dari identifikasi, analisis, dan evaluasi risiko yang telah dilakukan sebelumnya.

kaltim2

Workshop & pelatihan dibuka langsung oleh Direktur Operasi PT Pupuk Kaltim, dimana dalam sambutannya beliau menegaskan bahwa risk management merupakan bagian penting dan tidak terpisahkan dalam setiap kegiatan perusahaan, dan meminta komitmen akan kelancaran kegiatan workshop & pelatihan kepada seluruh peserta di dalam Ruang Serba Guna Kantor Pusat PT Pupuk Kaltim.

Workshop & Training Penyusunan RKAP 2014 Berbasis Risiko (Risk Based Budgeting) berlangsung selama 2 (dua) hari, dengan diikuti lebih dari 150 peserta yang dibagi kedalam 2 (dua) batch. Hasil yang diharapkan dari workshop & pelatihan ini adalah meningkatnya kesadaran risiko (risk awareness) di seluruh elemen PT Pupuk Kaltim, sehingga dapat menjadi budaya kerja yang nyata di lingkungan PT Pupuk Kaltim. Dan yang paling utama adalah, PT Pupuk Kaltim dapat menyusun RKAP berdasarkan biaya penanganan risiko, sebagaimana telah diamanatkan dalam Peraturan Menteri Negara BUMN Nomor Per-01/MBU/2011 tanggal 1 Agustus 2011. Dalam Permen tersebut disebutkan bahwa, dalam rangka penerapan GCG, Direksi dalam setiap pengambilan keputusan / tindakan harus mempertimbangkan risiko usaha & wajib membangun serta melaksanakan program manajemen risiko korporasi secara terpadu yang merupakan bagian dari pelaksanaan program GCG. (RH)

Tags: , , , , ,

Category: News

About the Author ()

Konsultan, Praktisi dan Pengamat Keuangan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *