Enterprise Risk Management (ERM) PT Angkasa Pura I (Persero)

| August 30, 2017 | 0 Comments

ap1 1

IRBA – Pimpinan memegang peranan penting dalam pengembangan dan penerapan sistem manajemen risiko di perusahaan. DIbutuhkan komitmen yang kuat dari pemimpin tertinggi perusahaan agar dapat mengarahkan seluruh karyawan untuk mengelola risiko dan mengawal pencapaian target semaksimal mungkin. PT IRBA GROUP Indonesia berkomitmen untuk mendukung PT Angkasa Pura 1 (Persero) yang berupaya menerapkan manajemen risiko di semua level dengan mengadakan kegiatan Training Enterprise Risk Management (ERM) and Certification. Kegiatan tersebut diikuti oleh peserta dari level General Manager (GM), Group Head dan Departement Head.

Pada tanggal 5-7 September 2016 diadakan kegiatan pertama dengan mengundang para General Manager dari berbagai daerah di Indonesia. Ir. Tedy Fardiansyah M.M selaku praktisi Manajemen Risiko yang sudah berpengalaman di berbagai industri dan instansi di Indonesia memberikan bekal bagi para peserta mengenai Manajemen Risiko berdasarkan ISO 31000. Bapak Tedy menyampaikan bahwa risiko bukan hal yang baru dalam perusahaan. Manajemen Risiko yang akan diterapkan bermanfaat untuk membantu dan mendokumentasikan risiko agar dapat dikelola dengan baik. Tingkat awareness atau kepedulian karyawan perusahaan terhadap risiko akan semakin tinggi bila pimpinan perusahaan mendukung penuh dan memberikan arahan yang jelas mengenai aktivitas pengelolaan risiko.

Di hari pertama dan kedua, tiga pilar dalam Manajemen Risiko yaitu Prinsip Manajemen Risiko, Kerangka Kerja Manajemen Risiko dan Proses Manajemen Risiko disampaikan dalam kegiatan ini. Di hari ketiga para peserta mengikuti ujian sertifikasi. Ujian tersebut terdiri dari ujian tertulis  dan presentasi peserta mengenai Manajemen Risiko kepada asessor (penguji). Peserta yang lulus akan diberikan gelar CRP (Certified Risk Professional) oleh BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).

Kegiatan pelatihan disampaikan dengan interaktif dan diskusi dua arah antara peserta dan Bapak Tedy. Peserta diberi pemahaman mengenai Manajemen Risiko. Bapak Tedy menambahkan bahwa heberadaan risiko dalam proses bisnis perusahaan harus diakui dan tidak dapat dihindari. Sebagaimana peribahasa yang diketahui, lebih baik sedia payung sebelum hujan. Maka dari itu, antisipasi risiko sebelum terjadi lebih baik untuk dilakukan daripada perusahaan harus menanggung dampak negatif yang lebih besar.

ap1 2

Melalui pelatihan ini, peserta berharap setiap individu menyadari pentingnya manajemen risiko dan dapat menjadi bagian dari pertimbangan dalam pengambilan keputusan strategis perusahaan. Dengan mengetahui semakin banyak risiko, pimpinan akan merasa semakin optimis untuk mencapai visi dan misi karena sudah ada rencana yang akan dilakukan untuk menanggulangi risiko tersebut.

Menindaklanjuti dukungan PT IRBA Group Indonesia kepada PT Angkasa Pura 1 (persero) dalam upaya menerapkan Manajemen Risiko di semua lini perusahaan, diadakan kembali kegiatan Training Enterprise Risk Management and Certification yang kedua pada tanggal 19-21 September 2016. Peserta terdiri dari 15 peserta dari level jabatan Group Head. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, di hari pertama dan kedua peserta mendapatkan pembekalan materi mengenai manajemen Risiko. Di hari ketiga peserta mengikuti ujian sertifikasi Certified Risk Professional (CRP) yang diakui oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

ap1 3

Dalam kegiatan ini, Ir. Tedy Fardiansyah M.M memberikan materi Manajemen Risiko berdasarkan ISO 31000. Bapak Tedy menyampaikan bahwa salah satu prinsip manajemen risiko yaitu Manajemen Risiko merupakan bagian terintegrasi dari perusahaan. Manajemen Risiko harus embedded/ melekat di setiap proses bisnis perusahaan. Contohnya, dalam penyusunan RKAP (Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan) perlu mempertimbangkan unsur-unsur risiko yang ada atau dikenal dengan istilah Risk Based Budgeting. Di dalam daftar risiko (Risk Register) yang dimiliki masing-masing divisi terdapat rencana mitigasi risiko yang membutuhkan biaya untuk melakukannya. Biaya tersebut diajukan dalam proses penyusunan RKAP agar dapat menjadi alasan yang kuat untuk mendukung dilaksanakannya kegiatan yang diajukan.

ap1 4

Selain itu, Manajemen Risiko juga dapat menjadi tools bagi Internal Audit (IA) perusahaan dalam melakukan audit atau dikenal sebagai Risk Based Internal Audit. Rencana mitigasi yang sudah dibuat oleh divisi-divisi perusahaan dapat menjadi bahan bagi IA untuk memastikan apakah kegiatan tersebut sudah dilaksanakan untuk menjaga perusahaan dalam mencapai target visi & misi.

Manfaat nyata dari penerapan Manajemen Risiko di perusahaan membuat peserta bersikap pro-aktif selama pelatihan. Diskusi antar fungsi sering kali terjadi di tengah pelatihan. Peserta merasa sangat perlu untuk terus mengembangkan Manajemen Risiko agar dapat memajukan perusahaan.

ap1 5

Pada tanggal 17-19 Oktober 2016, IRBA Group Indonesia memfasilitasi perusahaan PT Angkasa Pura 1 (persero) dalam kegiatan Training Enterprise Risk Management (ERM) and Certification sebagai wujud dari upaya untuk memberikan pengetahuan dan wawasan Manajemen Risiko yang merata untuk karyawan setiap di level. Kegiatan yang diadakan di Paragon Hotel & Residence Surakarta ini diikuti oleh 14 peserta dengan jabatan Departement Head perusahaan dari berbagai daerah di Indonesia. Sebelumnya telah diadakan training manajemen risiko untuk level General Manager dan Group Head.

Untuk membuktikan kompetensi dan kapabilitas Manajemen Risiko yang dimiliki peserta, diadakan pula ujian sertifikasi manajemen risiko di tanggal 19 Oktober. Peserta yang berhasil lulus dari ujian tersebut akan diberikan gelar CRP (Certified Risk Professional) yang diakui oleh BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).

Ir. Tedy Fardiansyah M.M yang merupakan pakar Manajemen Risiko dan berperan sebagai instruktur  dalam kegiatan ini berkomitmen untuk memberikan pengetahuan mengenai dasar-dasar Manajemen Risiko kepada peserta agar dapat diterapkan dan memberikan manfaat yang besar bagi perusahaan. Peserta dibekali dengan pengetahuan Manajemen Risiko berbasis ISO 31000. Di dalamnya dijelaskan 11 Prinsip Manajemen Risiko, Kerangka Kerja Manajemen Risiko dan Proses Manajemen Risiko.

Bapak Tedy menyampaikan bahwa risiko merupakan tanggung jawab setiap individu yang ada di perusahaan. Risiko bukan tanggung jawab divisi Manajemen Risiko saja, setiap individu di semua level dan divisi harus memiliki pengetahuan manajemen risiko agar dapat mengelola risiko dengan baik. Individu yang ada di setiap divisi adalah individu yang mengetahui  detail dari proses bisnis yang dilakukan. Jika hanya dibebankan pada divisi manajemen risiko di perusahaan, akan menghasilkan  pengelolaan risiko  yang tidak efektif karena data yang didapat tidak valid dan akurat.

ap1 6

Peserta menyambut baik kegiatan pelatihan dan sertifikasi Manajemen Risiko yang diadakan ini terlihat dari antusiasme dan semangat peserta menggali risiko-risiko yang ada di perusahaan mereka dan diskusi interaktif dengan Bapak Tedy. Sebagai konsultan yang sudah menggeluti Manajemen Risiko selama lebih dari 15 tahun, Bapak Tedy dapat memberikan solusi dan masukan-masukan kepada peserta untuk menghadapi risiko yang ada di masa depan.

Dari pelatihan ini, peserta memahami bahwa setiap karyawan memiliki peran yang penting dan merupakan satu kesatuan dari perusahaan. Risiko yang ada di perusahaan dapat diatasi dengan kerjasama dan sinergi antar fungsi yang pada akhirnya mengoptimalkan pencapaian target dari visi misi yang telah ditetapkan. (AGR)

Category: News

About the Author ()

Konsultan, Praktisi dan Pengamat Keuangan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *